Kemenag Dorong Generasi Muda Siapkan Mental, Fisik, dan Ekonomi Menuju Pernikahan
Jakarta — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z yang telah memenuhi syarat, untuk tidak menunda pernikahan apabila telah siap secara fisik, mental, dan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (11/6/2026), dalam rangkaian kegiatan menuju peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
“Teman-teman, terutama Gen Z yang sudah di atas umur 19 tahun, yang secara fisik dan mental sudah siap, secara ekonomi juga sudah siap, serta telah memiliki persiapan yang matang, jangan menunda untuk melakukan pernikahan,” ujarnya.
Menurut Abu Rokhmad, pernikahan merupakan bagian dari ajaran agama yang membawa banyak keberkahan dan manfaat bagi kehidupan seseorang, termasuk dalam aspek psikologis.
“Pernikahan menurut ajaran agama kita dan semua agama mengandung banyak sekali keberkahan. Secara psikologis membuat orang yang menikah menjadi lebih tenang, fokus pada tujuan hidup, dan kehidupannya menjadi lebih bermakna dibandingkan ketika masih sendiri,” jelasnya.
Dalam rangka menyambut Peaceful Muharam 1448 H, Kementerian Agama menghadirkan berbagai program yang bertujuan memfasilitasi generasi muda yang ingin membangun rumah tangga namun masih menghadapi kendala, baik dari sisi biaya maupun belum menemukan pasangan hidup.
Program tersebut antara lain Islamic Wedding Expo, nikah massal, serta forum ta’aruf yang diperuntukkan bagi masyarakat yang masih lajang dan ingin serius mencari pasangan untuk menikah.
“Kami ingin mengajak mereka yang sudah cukup umur dan benar-benar serius ingin membina rumah tangga. Tetapi mungkin belum bertemu dengan jodohnya. Barangkali melalui forum tersebut akan ada berbagai kegiatan yang dapat menjadi sarana mempertemukan mereka,” ungkap Abu Rokhmad.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai salah satu ikhtiar untuk membuka ruang pertemuan yang positif bagi generasi muda yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan.
“Siapa tahu salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda jenis kelamin dan menjadi momentum mereka untuk berjodoh. Karena itu, kami mengundang masyarakat untuk hadir dan meramaikan Islamic Wedding Expo di Jakarta,” lanjutnya.
Bagi pasangan yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya serta telah siap menikah namun terkendala biaya, Abu Rokhmad mendorong untuk memanfaatkan program nikah massal gratis yang diselenggarakan Kementerian Agama.
“Ini momentum yang tepat. Jika memang membutuhkan fasilitas pernikahan massal dan gratis, silakan mendaftar melalui KUA di wilayah Jabodetabek. Masih tersedia waktu untuk mengikuti program ini,” tuturnya.
Selain itu, Abu Rokhmad juga menyoroti masih adanya anggapan dalam sebagian masyarakat, khususnya budaya Jawa, yang menganggap bulan Muharam sebagai waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan.
Menurutnya, pandangan tersebut perlu diluruskan melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Kami mengimbau agar Muharam tidak lagi dipandang sebagai bulan yang tabu untuk menikah. Karena itu, kami juga menyelenggarakan nikah massal pada bulan Muharam sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh hari pada dasarnya merupakan hari yang baik untuk melaksanakan akad nikah, termasuk pada bulan Muharam yang merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Islam.
“Yang terpenting adalah kesiapan pasangan. Semua hari adalah hari yang baik untuk menikah. Muharam juga merupakan bulan yang baik dan dapat digunakan untuk melaksanakan akad nikah,” pungkasnya.
Editor: Kendi Setiawan
Kontributor: Rikhul Jannah
Sumber: NU Online
https://www.nu.or.id/nasional/kemenag-dorong-generasi-muda-siapkan-mental-fisik-ekonomi-menuju-pernikahan-QsSEU